Arbizz Space Pujasera Hadirkan Ruang Kuliner dan UMKM bagi Masyarakat Kukar

img

Suasana Arbizz Space Pujasera saat malam hari. (Kriz)

 

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Arbizz Space Pujasera mulai menjadi ruang baru bagi pelaku UMKM sekaligus tempat masyarakat Kutai Kartanegara (Kukar) menikmati beragam kuliner dan berkumpul bersama keluarga.

 

Sejak soft opening pada Sabtu (19/9/2026), aktivitas di kawasan tersebut mulai tumbuh seiring dengan beroperasinya tenant secara bertahap.

 

Kepala Dinas Koperasi dan UKM (DiskopUKM) Kukar Muhammad Reza mengatakan, kehadiran Arbizz Space menjadi bagian dari upaya menyediakan ruang yang dapat dimanfaatkan pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha sekaligus memperkenalkan produknya kepada masyarakat.

 

“Yang kami bangun bukan hanya tempat untuk berjualan, tetapi sebuah kawasan yang bisa mempertemukan pelaku usaha dengan masyarakat. Karena itu, keberagaman tenant juga menjadi bagian penting dalam pengembangannya,” ujarnya saat di hubungi pada Selasa (22/9/2026).

 

Saat ini, tenant pada gerai premium yang berada di bagian depan telah seluruhnya beroperasi.

 

Sementara tenant di gerai kontainer bagian belakang masih dalam proses pengisian secara bertahap.

 

Pemerintah menargetkan seluruh tenant yang diperuntukkan bagi pelaku usaha dapat terisi pada September 2026.

 

Ia menyebut proses pengisian tenant dilakukan melalui pihak pengelola, pelaku usaha yang berminat terlebih dahulu melakukan pendaftaran, kemudian mengikuti proses kurasi untuk menyesuaikan jenis usaha dengan konsep kawasan.

 

“Kurasi itu diperlukan supaya komposisi usaha di dalam kawasan tetap terjaga. Dengan begitu, pengunjung nantinya tidak datang hanya untuk satu kebutuhan, tetapi bisa menemukan berbagai pilihan kuliner dalam satu tempat,” jelasnya.

 

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro DiskopUKM Kukar, Santi Effendi mengatakan, perkembangan Arbizz Space mulai mendapatkan respons positif dari masyarakat sejak dibuka.

 

Berdasarkan pemantauan di lapangan, pengunjung mulai berdatangan tidak hanya dari Tenggarong, tetapi juga dari luar daerah.

 

Bahkan, kata dia, sejumlah pengunjung dari Balikpapan dan Samarinda tercatat menikmati kuliner di kawasan tersebut.

 

“Kalau melihat respons awalnya, kami cukup optimistis. Ada pelaku usaha yang bahkan sudah mengalami produknya habis terjual pada malam hari, sehingga ini menjadi sinyal bahwa masyarakat mulai menemukan tempat ini sebagai salah satu pilihan untuk kuliner,” ucapnya.

 

Dari 58 ruang yang tersedia, sebanyak 56 tenant telah terisi, sementara untuk dua ruang lainnya tidak diperuntukkan bagi kegiatan usaha karena disiapkan sebagai kantor pengelola.

 

Ia menjelaskan, kantor tersebut diperlukan untuk memastikan pengelola dapat memberikan pelayanan secara langsung apabila terdapat kebutuhan maupun persoalan yang disampaikan tenant dan pengunjung.

 

“Pengelolaan kawasan seperti ini membutuhkan tempat pelayanan yang jelas. Ketika ada persoalan di lapangan, tenant maupun pengunjung tidak perlu mencari ke mana harus menyampaikan keluhan karena ada pengelola yang bisa langsung menanganinya,” jelasnya.

 

Berbagai jenis produk kini ditawarkan di kawasan tersebut, mulai dari minuman, kopi, makanan ringan hingga jajanan khas Kutai.

 

Keberagaman tersebut membuat Arbizz Space tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga menawarkan pengalaman kuliner yang lebih beragam bagi pengunjung.

 

Selain menjadi ruang ekonomi, kawasan tersebut juga diarahkan sebagai ruang publik bagi masyarakat.

 

Ia mengatakan, kondisi kawasan yang relatif jauh dari arus kendaraan memberikan kesempatan bagi keluarga untuk membawa anak-anak bermain dengan lebih nyaman.

 

“Harapan kami tempat ini bisa menjadi bagian dari rutinitas masyarakat. Bukan hanya datang untuk membeli makanan, tetapi juga bisa membawa keluarga, menikmati suasana sore, bersepeda, atau sekadar duduk bersama. Jadi ada aktivitas ekonomi sekaligus ruang sosial di dalamnya,” ungkapnya.

 

Fasilitas pendukung berupa mushola juga telah tersedia sehingga pengunjung tetap dapat menjalankan ibadah ketika berada di kawasan tersebut.

 

Namun, perkembangan tingkat kunjungan masih terus dipantau, terutama karena kondisi kabut asap yang terjadi di sejumlah wilayah Kukar turut memengaruhi aktivitas masyarakat di ruang terbuka.

“Kami tentu ingin melihat kawasan ini semakin ramai, tetapi keselamatan dan kenyamanan masyarakat tetap menjadi perhatian. Setelah kondisi udara membaik, mudah-mudahan aktivitas masyarakat di sini juga semakin leluasa,” pungkasnya. (Adv/Kriz)